Nama: Alfons Lasedu
Tempat tanggal lahir: Bandung 21 Juni 1952
Mulai bekerja di RNW: Januari 1984
Posisi: Redaktur
Pengasuh Acara: (al) Dialog Mondial, Kedai Tabu, INTRA,Musik KLasik,Fokus Akhir Pekan

Setelah melewati test suara, terjemahan dan pengetahuan umum oleh alm ibu S.A. Soedji sebagai koordinator seksi Indonesia Radio Nederland saya tiba di Belanda tanggal 3 Januari 1984. Proses melamar pekerjaan sebagai penyiar seksi Indonesia berlangsung selama hampir setahun di Bandung. Status : kontrak kerja tiga tahun.
Kebijakan yang dijalankan seksi Indonesia adalah semua penyiar ketika itu mulai ditugaskan sebagai penyiar dan penterjemah aktualitas, mulai dari Warta Berita sampai Gema Warta. Setahun kemudian kontrak kerja tiga tahun dirubah menjadi pegawai tetap.
Ragam Acara
Selama bekerja selama 28 tahun banyak acara yang diasuh. Disamping aktualitas, juga menyajikan acara Tinjauan Internasional di akhir pekan, Musik Klasik, Fokus Akhir Pekan sampai acara interaktif dengan Radio mitra di Indonesia : Dialog Mondial, INTRA/Interaktif Bersama Mitra, talkshow dengan Radio Sonora dan Radio Suara Surabaya.
Semua acara ada suka dukanya. Acara interaktif dengan berbagai radio mitra di Indonesia yang memberi kesempatan kepada pendengar di Indonesia untuk bisa langsung berinteraktif dengan nara sumber di studio, mendapat banyak tanggapan. Pendengar radio mitra sangat tertarik tentang studi, kebudayaan multikultural, politik, kegiatan masyarakat Indonesia di Belanda dan banyak lagi.
Pengalaman Berkesan
Selain kegiatan di studio, penyiar seksi Indonesia juga dikirim melakukan liputan di lokasi. Salah satu liputan yang tidak akan pernah dilupakan adalah meliput kunjungan Paus Johannes Ke-II di Timor Timur Oktober 1989.
Atas nasihat koresponden di Jakarta, saya tidak menginap di hotel supaya ‘tidak diganggu’ oleh aparat keamanan. Setelah siaran Indonesia Radio Nederland menyiarkan wawancara dengan Uskup Bello, saya harus segera meninggalkan Dilli. Terbang ke Jakarta dan langsung pulang ke Belanda. Situasi yang menegangkan ketika itu, tidak akan pernah dilupakan.
Yang juga berkesan adalah mengunjungi Aceh pasca Tsunami. Penduduk yang ditampung di barak pengungsi karena kehilangan rumah, menceritakan pengalaman mereka yang sangat menyedihkan. Begitu pula dengan korban konflik berdarah di Ambon yang mengungsi ke Manado dan Makassar.
Tidak terlalu sulit dan berbelit-belit untuk menemui orang-orang penting Indonesia yang berkunjung ke Belanda. Apakah menteri, bupati, pakar sampai artis Indonesia meluangkan waktu untuk diwawancara oleh penyiar seksi Indonesia. Salah satu artis idola sewaktu di Indonesia Hetty Koes Endang tidak tanggung-tanggung atas permintaan pribadi menyanyikan lagu ‘Teungteuingen’ sebelum manggung di Rotterdam.
Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan ramah memberikan penjelasan tentang pameran ‘Budaya Keraton’ di Musium Rotterdam 1992.
Sahabat
Hubungan dengan radio mitra, pendengar dan pakar di Indonesia tidak jarang membuka jalinan persahabatan. Hubungan dengan bapak Heinrich Dengi direktur Radio MAX FM di Waingapu - Sumba NTT, dr A.G. Paulus di Purwokerto Jawa Tengah, Darul Aqsa kepala program Radio Bharata FM di Makassar Sulawesi Selatan dan masih banyak lagi akan terus terjalin sekalipun Ranesi berhenti.
Pesan
Semoga sapaan “Anda Masih Bersama Radio Nederland di Hilversum” yang setia menjumpai Anda selama 65 tahun memberi kesan manis kepada semua pendengar dimana pun Anda berada.
on Jun 28th, 2012 at 4:45 pm
all is well that ends well
Puji Tuhan untuk semua pengalaman yang luar biasa
dalam berbagi bagi pendengar setia diseluruh nusantara
Kesempatan untuk berbagi informasi dan pengalaman masih akan selalu terbuka
bagi para penyiar khususnya Bapak Alfons Lasedu, sepanjang hayat, dimana pun berada.
God bless you.