Pengalamanku Rotating Header Image

Empat Warna, Empat Rasa

Tulip di Keukenhof. Foto: Pengalamanku

1. Lente

Oleh Wahyuningrat

In de lente, de zomer, de herfst en de winter
weet jij me te vinden, waarheen ik ook ga…

Secuplik tembang terkenal asal Belanda milik Jan Smit berjudul Cupido menceritakan kesetiaan cinta yang tak lekang menempuh empat musim di Belanda. Sebagai salah satu negara empat musim, Belanda memang memiliki ciri khas yang mewarnai setiap musimnya. Empat penulis novel Negeri Van Oranje berbagi pengalaman soal musim favorit masing-masing. Minggu ini: Wahyuningrat.


Musim Semi alias Lente dalam bahasa Belanda, menandakan berakhirnya kebekuan musim dingin yang terkadang sungguh kejam. Selamat tinggal malam-malam dingin, yang hanya bisa terusir dengan mendekatkan diri ke pemanas listrik dan selimut tebal. Perpindahan suhu dari mendekati minus ke angin semilir. Jaket salju yang tebal kini berganti jaket hangat ringan. Meskipun udara masih kejam, tapi matahari sudah mulai menampakkan dirinya. Maret hingga Mei.

Musim ini hampir identik dengan maraknya bunga-bunga (bloemen) yang mulai bermekaran. Entah dari mana kok tiba-tiba muncul bermacam bunga warna-warni mekar di mana-mana. Terkadang sempat terpikir kalau bunga-bunga itu, semalam sebelumnya ditanam diam-diam oleh dinas lingkungan pemkot di Belanda.

Namun, taman bunga Belanda yang paling termahsyur adalah taman bunga Keukenhof, satu-satunya obyek wisata yang hanya buka di musim semi. Sejak hari pertama dibuka pasti marak dikunjungi turis. Di sini kita bisa melihat keindahan hamparan tulip beraneka warna, bunga ciri khas Belanda. Mengunjungi Keukenhof, yang paling tepat bukanlah di awal maupun di akhir, tetapi justru di tengah musim semi. Karena, di awal musim semi kembang-kembang tulip masih banyak yang kuncup, sedangkan mendekati akhir musim semi bunga-bunga tersebut sudah mulai layu terkena panasnya mentari. Sedangkan di tengah musim semi, hamparan bunga tulip dapat dinikmat sepuasnya, karena sedang mekar sempurna.

Musim semi juga menandakan masa-masa upaya akhir menyelesaikan semua penugasan akademik, sebelum kemudian ditinggal para supervisor, yang sudah jauh-jauh hari merencanakan pergi liburan musim panas. Kegelisahan para mahasiswa pasti merebak di musim ini. Apalagi banyak sekali godaan keluar menikmati cuaca.

Salah satu godaan menikmati cuaca tentu keramaian Karnaval. Karnaval ala Mardi Gras sebelum Paskah (jatuh sebelum Rabu Abu) selalu meriah dengan parade pesta kostum-kostum lucu nan unik. Kemudian ada perayaan nasional Koninginnenacht dan Koninginnedag alias Queen’s Night dan Queen’s Day. Ini merupakan perayaan akbar satu negara untuk memperingati ulang tahun Ratu Belanda. Meskipun tanggal 30 April bukan ulang tahun Ratu Beatrix, melainkan hari ulang tahun ibunya, Ratu Juliana. Tradisi Koninginnedag pada musim semi tetap diteruskan karena ulang tahun Ratu Beatrix jatuh pada musim dingin.

Berbagai kegiatan di Koninginnedag. Foto: Pengalamanku

Berbagai kegiatan di Koninginnedag. Foto: Pengalamanku

Seluruh penduduk Belanda ramai berpesta pora di jalan dengan mengenakan baju dan atribut-atribut berwarna oranye, warna nasional Belanda. Acara Queen’s Night ramai dengan konser musik, pasar malam dan pesta di jalan-jalan. Sedangkan pada Queen’s Day, orang bebas berjualan, berparade dan bermain musik di jalan tanpa harus mendapat izin resmi. Seluruh Belanda menjadi ajang pesta raksasa, termasuk untuk kita-kita para mahasiswa di Belanda! Menjadi mahasiswa di Belanda tanpa kenangan indah berfoto-foto heboh mengenakan baju oranye saat merayakan Koninginnedag tentu kurang afdol!

Minggu depan, Kolom NvO akan bercerita tentang indahnya musim panas di Belanda yang akan diceritakan oleh Rizki Pandu Permana. Cek Pengalamanku yah minggu depan!

VN:F [1.6.5_908]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

0 Comments on “Empat Warna, Empat Rasa”

Leave a Comment