Pengalamanku Rotating Header Image

Tips menjamu orang lokal dan interlokal buat yang tidak bisa masak

Masak itu bukan nama tengah saya dan buat saya makanan itu cuma ada dua rasa: enak atau sangat enak. Saya baru belajar masak di Belanda gara-gara HARUS, kalau tidak saya bakal kelaparan atau tongpes karena makan diluar terus.

Awal-awal datang, lebih dari 4 tahun yang lalu, saya cuma masak yang super gampang: bawang putih pakai cabe pakai garam dan gula, dicampur sama berbagai jenis sayuran (saya vegetarian). Buat saya pada waktu itu uda bangga banget (sekarang masih bangga cuma berkurang sedikit), cerita-cerita ke mama, saya masak macam-macam disini, padahal mah…

Karena masakan Indonesia di perspektif saya itu persiapannya banyak (bayangkan, padahal cuma bawang putih), pasta jadi makanan harian gara-gara gampang, murah, enak, dan mengenyangkan. Tapi lama-lama bosen dan timbangan naik. Apalagi sejak mulai berteman dekat dengan banyak orang-orang internasional, saya jadi memaksa diri buat belajar masak masakan Indonesia. Alasannya karena kalau bikin makanan barat seperti pasta, biasanya teman-teman internasional saya itu jauh lebih jago dan enak hasilnya. Dan dengan tekanan mereka yang ingin mencicipi masakan Indonesia, saya mulai berkenalan dengan bumbu-bumbu selain bawang putih, garam, gula, dan bouillon (kaldu) vegetarian . Soalnya lama-lama malu juga kalau menyuguhkan masakan rasanya sama terus cuma sayurannya aja yang ganti-ganti. Tapi bumbu-bumbu baru yang saya kenali cuma lengkuas dan daun salam kok. Lumayanlah kombinasi ini bisa diterapkan di lebih banyak sayur lagi dan rasanya bisa beda dikit-dikit.

Dengan memakai alasan vegetarian, saya biasanya masak masakan yang gampang-gampang. Gado-gado, tahu tempe kecap, nasi goreng, bakmi goreng, sayur bening, balado terong, orak arik, fuyunghai sayur jadi menu populer. Yang penting kan kelihatannya OK dan mengundang, tidak penting susah atau gampang bikinnya. Lagipula menu-menu di atas itu jarang gagalnya.

Lama-lama, mulai malas masak tapi tetap suka ngundang-ngundang orang, saya beli aja deh semua di toko oriental. Saya memakai alasan karena darah saya aslinya tionghoa, jadi saya mengkombinasikan masakan Chinese dan Indonesia. Padahal mah gara-gara di toko oriental itu banyak bahan-bahan makanan sudah jadi yang tinggal digoreng atau dikukus kayak dumpling bayam, dumpling keju, dumpling jamur.

Pernah suatu kali saya mengundang 8 orang teman internasional. Karena waktu tidak memungkinkan buat motong-motong ga jelas, saya “masakin” mereka Indomie goreng, dumpling bayam, dan gado-gado yang bumbunya tinggal dikasih air panas, ditutup dengan es krim rasa durian. Hasilnya? Mereka minta lagi, dan bilang terus-terusan bahwa masakan saya adalah masakan Asia yang paling enak yang pernah mereka rasakan.

Cuma hal yang sama tidak bisa terulang sama teman-teman Indonesia. Yang ini triknya beda lagi. Kalau sama teman-teman bule kunci suksesnya adalah keunikan menu (menyuguhkan menu yang mereka tidak pernah tahu sama sekali), kalau sama teman-teman Indonesia, kunci suksesnya itu keju. Misalnya kalau masak pasta saus tomat, hasil sausnya nanti pasti bukan merah, tapi merah jambu. Karena proporsinya 1 botol saus tomat sudah jadi khusus untuk pasta, dicampur dengan 250 gram keju yang dicairkan. Kasih bawang-bawangan, kasih bouillon, merica hitam yang harus diparut (tenang, ada mesinnya langsung, ga usah marut sendiri), garam sedikit, dan voila! Tiba-tiba mereka tersenyum dan bilang, ini adalah pasta saus tomat yang paling enak yang pernah mereka rasakan. Saya tidak terkejut.

Cerita Tita Alissa Listyowardojo, Groningen

VN:R_N [1.6.5_908]
Rating: 7.0/10 (10 votes cast)

7 Comments on “Tips menjamu orang lokal dan interlokal buat yang tidak bisa masak”

  1. #1 margo
    on Mar 19th, 2010 at 5:55 pm

    nice tita, two thumbs up

  2. #2 Prasetyo Adhi Chrisnarmoko
    on Mar 19th, 2010 at 7:48 pm

    Jujur sekaligus tricky hehe….

  3. #3 tita
    on Mar 22nd, 2010 at 11:08 am

    makasih mas margo :) apa kabarnya nih.

  4. #4 Ny. Aminah
    on Mar 24th, 2010 at 1:02 am

    Nah seribu cara dan seribu rasa jadinya kan??
    Selera yang berbeda kadang tak bisa dipaksakan………..

  5. #5 siany
    on Apr 5th, 2010 at 9:04 am

    nice.. emang indomie goreng paling enak deh..

  6. #6 Pemenang Bulan Maret
    on Apr 16th, 2010 at 11:36 am

    [...] untuk Tita Alyssa Listyowardojo penulis cerita Tips Menjamu Orang Lokal dan Interlokal Buat Yang Tidak Masak , walaupun diterpa badai teknis, kamu memenangkan hadiah bulan Maret, sebuah voucher sebesar 100 [...]

  7. #7 Porter Lageman
    on Feb 10th, 2011 at 12:09 pm

    I really wanted to send a small comment in order to thank you for these stunning points you are writing on this site. My prolonged internet lookup has finally been paid with excellent ideas to share with my friends and classmates. I would say that many of us readers actually are unquestionably endowed to live in a remarkable network with very many awesome professionals with very beneficial advice. I feel extremely lucky to have come across your entire webpages and look forward to really more enjoyable moments reading here. Thank you again for all the details.

Leave a Comment