Kalau cowok bayar! Begitu seloroh Rahmat Saleh. Serial video kamar mahasiswa Indonesia, memperlihatkan, kayak apa sih tempat tinggal para pelajar tersebut di negeri Belanda.
Sebenarnya tak banyak bisa dilihat dari pondokan mahasiswa studi lanjutan manajemen komunikasi Sekolah Tinggi Den Haag ini. Kamar terdiri dari dua bagian, dipisahkan tembok. Masing-masing ruangan menjadi kamar tersendiri. Rahmat Saleh tinggal bersama pelajar asal Cina.
Dapur digunakan berdua, sementara kamar mandi dan toilet masing-masing. Tempat tidur teronggok menempel dinding. Sofa warna hijau berhadapan dengannya. Laptop di sudut ruangan dibiarkan menyala. Maklum internet 24 jam bagian dari fasilitas. Lagipula biaya listrik, air dan gas sudah masuk dalam harga sewa.
“Jadi nggak ada ruginya,” ujar Rahmat.
Hal mencolok di kamar mahasiswa kelahiran Pidie, Aceh tersebut adalah bersandingnya botol-botol kosong minuman beralkohol dengan sajadah. “Walau tak rajin, sholat jalan terus,” katanya.
Soal botol kosong minuman keras? “Minumnya nggak terlalu banyak, kalau ada isinya yah diminum betulan,” ujar lelaki bernama belakang Saleh itu sambil tertawa.
Ya Rahmat puas-puasin deh, entar pas balik ke Aceh sudah nggak mungkin. Kecuali ngumpet-ngumpet minumnya.
*makanan favorit Rahmat Saleh di Belanda ternyata Patat -bukan petat seperti di video, salah ketik tuh- patat: kentang goreng persegi panjang yang diberi saus mayonaise.








on Mar 24th, 2010 at 1:09 am
Jadi banyak tahu tentang lika-liku ngekos di negeri Kincir…. ternyata……..
on Nov 10th, 2010 at 3:59 pm
Lumayan kamarnya. Maju terus pantang mundur, selesaikan sampai S.3. Belajar di Belanda gampang-gampang susah, saya pernah hampir 7 tahun di Utrecht penuh duka cita.
Selamat belajar dan sukses
Wassalam,
Herman Moechtar