Dengan posisi tertentu prestasi malah bisa maximal. Serial video kamar mahasiswa Indonesia, memperlihatkan, kayak apa sih tempat tinggal para pelajar tersebut di negeri Belanda.
Muhammad Rusdi Ridjal awalnya sering menggerutu. Kamarnya kecil, harus dihuni dua orang. Dapur, kamar mandi, kakus, semuanya digunakan bareng. Kalau kawan sekamarnya sedang mandi maka ia tidak bisa menyalurkan hajat.
“Paling ke kamar teman, ngetok, tanya kamar mandinya kosong nggak,” ujar pelajar asal Makassar ini.
Toh ia tak melulu kecewa. Tempat tidur yang terpaksa menempel meja belajar justru jadi nilai plus. “Saya punya posisi tertentu untuk belajar,” katanya. Kalau capek, tinggal senderan di dinding sembari mengetik, dan semuanya bisa dilakukan tanpa meninggalkan kasur.
Saking sibuknya menyelesaikan studi manajemen komunikasi internasional di Den Haagse Hogeschool, Ruli, demikian panggilannya, tak sempat membersihkan kompor. “Udah beberapa bulan,” ujarnya.
Ini belum seberapa. Wartawan RNW juga menemukan nasi dalam microwave. Ruli mati-matian pura-pura tidak malu. “Ah itu nasi kemarin mas, silahkan dicoba.”








on Mar 15th, 2010 at 2:58 am
Hidup sendiri dinegri orang, jauh dari keluarga tapi dekat dg teman-teman senasib membuat Sdr. Rusdi hidup mandiri, dan menerima apa adanya dg segala keterbatasan, yg penting bisa belajar dan gali ilmu sebanyak mungkin. gaya hidup mahasiswa seperti ini akan membuat dirinya menjadi lebih matang, dewasa, dan Qana’ah. Selamat belajar Sob..!
on Mar 16th, 2010 at 4:51 am
Bagi seorang laki-laki lebih wajar rasanya jika “lupa” membersihkan kompor beberapa bulan. Tapi bagi seorang perantau dan mahasiswa terpelajar tentu akan punya sejuta cara untuk ‘mengelabui’ masalah. yah…. salah satunya dengan tidak malu-malu itu, ha…ha….ha…..
on Mar 18th, 2010 at 3:59 pm
terlalu fokus belajar..sih boleh2 aja, tp jangan sampai dech..bkin kamu jd malez..hehehe..tiap hari nempel kasur, emg kagak bosen..?? hummm emg ga ngebosenin!