Pengalamanku Rotating Header Image

Kamar Mahasiswa Indonesia: Dina Septiani

Sedot lagi..sedot lagi… Begitu keluh Dina Septiani kalau orang main ke kamarnya. Serial video kamar mahasiswa Indonesia, memperlihatkan, kayak apa sih tempat tinggal para pelajar tersebut di negeri Belanda.


Di Belanda sudah jadi rahasia umum, kamar studenten kebanyakan berantakan dan jorok. Mereka beralasan, sibuk kuliah, tak punya waktu bersih-bersih. Para pelajar Indonesia pun tak luput dari “kutukan” itu.

Ferly Tanggu Hana, kelahiran tahun 1982, memperlihatkan jemurannya. Pakaian dikeringkan di pegangan tangga. “Sebenarnya gedung ini punya fasilitas cuci, tapi di lantai satu,” kata putri lajang ini membenarkan aksinya. Dan itu bukan tanpa pengorbanan. Mereka harus beli ember dan detergen sendiri.

Alasan Ferly masuk akal. Kamar terletak di lantai 20. Memang ada lift, tapi naik turun bawa cucian? hmm… pikir puluhan kali deh.

Bagi Dina Septiani, musuh terbesar adalah kompor listrik. “Itu lengket banget sama minyaknya,” kata ibu satu anak tersebut. Ia harus extra sabar. “Digosok lalu istirahat sebentar minum, kemudian digosok lagi.

Kedua mahasiswi ini boleh dibilang beruntung memperoleh tempat tinggal dengan pemandangan kota Den Haag. Namun semakin bagus lokasi, makin mahal pula harga kamar. Dina dan Ferly harus membayar sekitar 650 Euro per bulan untuk apartemen model maisonette itu.

Mesin penghisap debu nampaknya jadi andalan. Setiap kotoran di lantai langsung disedot. “Apalagi setelah party,” ujar Dina. Matanya memandang sepatu wartawan RNW. “Wah habis ini harus disedot lagi.”

VN:R_N [1.6.5_908]
Rating: 8.7/10 (3 votes cast)

3 Comments on “Kamar Mahasiswa Indonesia: Dina Septiani”

  1. #1 Fathur Rosyid
    on Mar 15th, 2010 at 3:51 am

    Sedoooooot terusssssss! banyak hal yg kita dapat dari pengalaman hidup di rantau….! mantaaaaaaap

  2. #2 Ny. Aminah
    on Mar 16th, 2010 at 4:36 am

    Hidup di rantau tidak seperti hidup dalam sangkar, tetapi juga bukan seperti di rumah sendiri. Jadi waktu dan tenaga yang harus dikorbankan akan menjadi lebih…. yah lebih-lebih sedikit lah, tapi ya sih kalau bolek balik 10 lantai hanya untuk sekedar mencuci kiranya teramat repot deh…….. Guru adalah pengalaman eeh maksudku, pengalaman adalah guru yang terbijaksana….

  3. #3 hermin
    on Mar 18th, 2010 at 3:49 pm

    ayo semangat kawan..! trus jd anak anak indonesia yang rajin..demi harkat dan martabat serta citra bangsa. yuuk..rajin….rajin bersih bersih. hehehe..

Leave a Comment