Pengalamanku Rotating Header Image

Pengalaman Musim Dingin di Groningen

Suatu hari di akhir musim panas lalu, pembimbing akademik saya mengatakan bahwa tidak selalu ada banyak salju di Groningen saat musim dingin.

Barangkali saya akan beruntung melihat banyak salju, tapi berkemungkinan pula tidak ada salju katanya. Namun ternyata musim dingin kali ini salju turun begitu tebalnya, bahkan sempat terjadi badai salju di pekan ketiga Desember lalu.


Sebagai pendatang dari negeri tropis, tentu saja saya harus memperlengkapi diri secara memadai menghadapi musim dingin pertama dalam hidup saya. Mengingat saya akan memakai pakaian berlapis-lapis, maka saya memilih jaket musim dingin yang sedikit lebih besar dari ukuran normal saya. Saya lebih memilih sarung tangan tebal yang berlapis kulit atau bahan yang kedap air karena udara yang terlalu dingin tidak akan menusuk ke tangan kita saat keluar rumah maupun saat bermain salju.

Karena salju bisa menjadi sangat licin, saya membeli sepatu boots yang bertapak gerigi agar tidak mudah tergelincir kala berjalan di atas salju.
Karena temperatur bisa berkisar dari 7 derajat hingga minus 15 derajat Celcius di musim dingin, saya lebih memperbanyak konsumsi buah, sayur, susu dan vitamin C dosis tinggi untuk menjaga daya tahan tubuh saya agar tidak mudah terserang penyakit-penyakit pandemik di musim dingin.

Karena sistem pengobatan penyakit di Belanda ini cenderung alami alias dokter tidak akan meresepkan obat kalau penyakit masih bisa diatasi oleh sistem imun kita, maka saya lebih memperhatikan asupan gizi saya di samping menjaga pola makan yang lebih teratur sekaligus mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu.

Apa sih yang menarik dari tumpukan salju yang tebal? Saat melihat salju tebal pertama kalinya, saya baru menyadari bahwa pesona putih yang menutupi seluruh permukaan tanah sangatlah menggoda hasrat untuk bermain-main dengannya. Dari mulai berbaring di atas tumpukan salju yang empuk, membuat boneka salju yang lucu, bermain perang bola salju, hingga berseluncur dari atas landaian salju maupun di danau yang membeku.

Saya perhatikan bahwa masyarakat Belanda juga menikmati permainan-permainan ini. Mereka berkumpul di taman-taman kota, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bermain salju di saat cuaca cerah. Meskipun namanya musim dingin, matahari juga bersinar sesekali.
Ternyata salju juga tidak menyenangkan loh! Karena salju pertama turun begitu tebalnya, transportasi umum di Groningen tidak beroperasi keesokan harinya. Terpaksalah saya harus berjalan kaki ke kampus karena hari itu kuliah terakhir di semester satu.

Mungkin karena terlalu lama bermain salju pada hari itu dan baru pertama kali bersentuhan dengan temperatur di bawah nol derajat Celcius, saya mengalami sesak di dada dan tubuh yang ngilu-ngilu selama dua hari. Untunglah setelah beristirahat di dalam rumah selama dua hari, sakit itu hilang dan tubuh mulai bisa bersentuhan dengan dingin yang menggigit asalkan selalu memakai perlengkapan yang memadai kala keluar rumah.

Dalam beberapa hari, salju yang mulanya begitu lembut dan dingin akan mengeras dan menjadi licin. Rupanya salju yang mulai berwarna bening itu sangatlah licin dan tidak dianjurkan berjalan atau bersepeda di atasnya. Saya sampai tergelincir dan terjatuh saat berjalan di atas salju tersebut. Untungnya saya tidak terluka.

Hal yang paling tidak mengasyikkan di musim dingin adalah badai salju. Saat badai, salju turun dengan derasnya disertai angin yang lumayan kencang. Bukan saja membahayakan jiwa saat berjalan atau bersepeda maupun berkendaraan di kala badai, badai juga membuat kita terperangkap di dalam rumah seharian. Bahkan segala jenis transportasi darat dan udara di Belanda sempat tidak bisa beroperasi saat badai salju melanda kawasan Eropa di pekan ketiga Desember lalu.

Meskipun salju memberi pengalaman yang menyenangkan sekaligus tidak mengenakkan buat saya, saya tetap menikmati sengatan dinginnya sebagaimana saya menikmati sengatan panas matahari di Indonesia.

Susanah Agus, Groningen Januari 2010

VN:R_N [1.6.5_908]
Rating: 6.8/10 (18 votes cast)

12 Comments on “Pengalaman Musim Dingin di Groningen”

  1. #1 hayattun
    on Jan 7th, 2010 at 12:11 pm

    wah…, asyik banget. mendengar ceritanya, betapa ingin rasanya saya bersekolah di netherland. bagi2 donk info beasiswa yang ada di situ…., saya berencana tuk S2 di situ

  2. #2 Puspadewi Putri
    on Jan 8th, 2010 at 1:50 pm

    Kalau disebut badai apakah identik dengan bencana tidak? kan namanya badai itu berarti saljunya berlebihan kan?

  3. #3 lia
    on Jan 8th, 2010 at 6:41 pm

    seandainya aq bis menikmati itu juga…membaca tulisan km membuat ku ingin merasaknny scara lgsung…slm kenal

  4. #4 aris silaban
    on Jan 13th, 2010 at 3:35 am

    sangat menyenangkan,anda belajar dan wisata,nambah oengalaman yg sngat berarti,,

    berbanding terbalik dngan keaadan kmi di bumi khatulstiwa,kalimantan siang hari oanasnya bisa 35 sd 38 degree c,hutan sdah kritis,paru2 dunia sdah tipis dan mungkin 10 thn lgi akan punah,gundul!!

    tinggal menunggumala petaka yg sangat dahsyat!!!.,suhu udara yg panas,dan banjir bandang saat hujan turun,anda percaya? Slamat belajar di ngri salju,pulang bwa ilmu dan tehnologi demi kemajuan negeri.syalom!

  5. #5 hermin
    on Jan 13th, 2010 at 5:49 pm

    begitulah salju musim dingin~walaupun asik untuk dimainkan,dipandangi,dibikin snowman…dll tapi tetep aja penuh duka karena berkutat dengan dingin. Btw, es krim salju..ada ga?hehe ngaco ya!
    beneran ga sih..salju bisa dibikin snowman..kok kayaknya..salju tuh kecil2 ga kyak di film2 kartun yg menggambarkan salju tuh bulat2 agak gede!..hehehe..
    ya sudahlah..dingin2 empuk..

  6. #6 cleo
    on Jan 14th, 2010 at 3:48 am

    wah sangat bagus bahasa nya juga bagus

  7. #7 Holifatur Rahmah
    on Jan 15th, 2010 at 2:28 am

    Di daerah saya beberapa hari ini cuaca buruk, angin berhembus cukup kencang, membuat tubuh saya kedinginan, flu berat, dan masuk aanginlah pokoknya. ini saya di madura yang pada umumnya bertemperatur panas. Apalagi kalau saya berada di Belanda bersama Sdri. Susanah yang saat ini lagi dilanda musim dingin EXTRIM, mati kedinginan kaleee yeee!

  8. #8 M. Jayadi D
    on Jan 15th, 2010 at 7:22 am

    Aku aja kepengen banget lihat tuh salju, tapi kapan ya….. ????

  9. #9 Puspadewi Putri
    on Jan 15th, 2010 at 7:26 am

    Badai itu identik dengan bahaya nggak ya, tetapi penuh tantangan itu akan memperindah pengalaman.

  10. #10 rifki aris sandi
    on Jan 27th, 2010 at 9:32 am

    aku ingin sekali menikmati, merasakan dan memandang butiran kecil salju yang turun dari langit mendung…. hemmm…. kapan yah kau bisa ke sana… aku pengen liat salju…

  11. #11 hotel di bali
    on Nov 4th, 2010 at 10:43 am

    bagus websitenya, apalagi juga ada artikel wisata kesukaan saya.. Sering update yah.. Biar saya sering mampir, heee

  12. #12 Alexander Prescott
    on Feb 10th, 2011 at 9:54 pm

    I precisely wished to say thanks once more. I do not know the things that I would have made to happen without the concepts provided by you about such a question. Completely was the troublesome circumstance in my position, however , noticing the expert form you handled the issue made me to leap for fulfillment. I am just thankful for your work as well as hope that you are aware of a powerful job you are always providing instructing people by way of your blog post. I’m certain you haven’t encountered any of us.

Leave a Comment