Pengalamanku Rotating Header Image

Salju??? Saljuuuu!!!!

Salju. Satu kata yang merupakan salah satu motivasiku belajar ke Belanda sini. Saat pertama turun, teriak-teriak manggil teman-teman, dan lari keluar housing, jingkrak-jingkrak.

Hahahaa, norak memang, tapi saat itu gak mikir lagi. Yang penting niat merasakan salju udah kesampaian. Lalu ke kamar, berganti pakaian dan bersiap-siap pergi karena memang ada rencana keluar. Sambil naik sepeda ke sentrum buat belanja logistik, senyum-senyum sendiri menyambut si putih yang turun (walau kalau mau jujur, saat itu mikir ini salju kok kayak ketombe sih, hehee..).

Begitu malam tiba, berdoa supaya besok salju masih turun, karena belum puas menikmati salju yang baru turun sedikit, walau hujan salju sempat lebat sebentar. Begitu bangun keesokan harinya, doa pun terkabul. Salju menumpuk tebal!

Pergi kuliah jalan kaki, karena tidak berani mengambil risiko tergelincir waktu naik sepeda. Rute yang biasanya ditempuh sekitar setengah jam berjalan kaki dari housing ke kampus, jadi satu setengah jam! Kenapa? Karena berjalan sambil mempertaruhkan nyawa (hahahaa, lebay!). Gara-garanya memakai sepatu Inuit (dulunya disebut Eskimo, red.) yang hangat dan murah meriah, bukan sepatu sneakers yang biasa dipakai. Pertimbangannya, sepatu sneakers tidak akan tahan menghadapi salju, kaki pasti kedinginan dengan segera.

Ternyata pertimbangan itu salah! Sepatu Inuit ini memberi kehangatan tapi tidak keselamatan saudara-saudara. Licinnya minta ampun! Akibatnya, beberapa kali tergelincir dan jatuh. Belum lagi melonjaknya persentase terpeleset di jalan.

Dengan berjalan pelan-pelan, nyampe juga ke halte bis. Setelah menunggu dengan manis selama 15 sampe 20 menit, ternyata bis tidak muncul-muncul juga. Akhirnya jalan kaki lagi bersama teman-teman ke stasiun, berharap menemukan bis. Setelah jalan setengah jam, halte bis kosong! Bis tidak jalan. Sambil menghela nafas, dan masih dengan euphoria menikmati salju, jalan kaki ke kampus tetap dinikmati walau cemas karena pasti terlambat masuk kelas. Foto-foto? Tidak dilupakan begitu saja. Ibarat sudah kecebur, ya mandi saja sekalian. Karena pasti telat dan berniat masuk pas paruh waktu kedua, ya sekalian lah meluangkan waktu untuk berfoto-foto. (meluangkan waktu? Haah!!).

Akhirnya nyampe juga ke kampus dengan selamat. Tingkat kegembiraan melonjak tinggi lagi, karena salju di kampus justru lebih tebal, dan ada pria berpakaian santa claus lewat. Langsung diajak foto tanpa malu-malu (sedikit mengabaikan fakta bahwa seharusnya kita segera masuk kelas, dan walau terlihat sepi, beberapa mahasiswa dan staf kampus ngeliatin kita dari dalam gedung dan diduga ketawa-ketawa ngeliatin tingkah norak kita, huehehehhee..).

Setelah puas dan selesai kuliah, kembali berjalan kaki. Tapi arah tujuan bukan balik ke housing, melainkan pasar. Walau hujan salju lumayan deras, kita benar-benar tidak melewatkan kesempatan menikmati salju seharian (sambil window shopping. Eh sebentar, “sambil”? Hahahaa..). Malamnya, langsung ngajak teman-temain main perang salju. Hasilnya? Basah kuyup karena main sampe tengah malam dan sangat gembira sampai-sampai rasa dingin pun tidak begitu dirasakan. Yang jelas, PUAS! Hehehee.. Tapi ini benar-benar pengalaman salju pertama yang jelas tidak akan bisa dilupakan dengan mudahnya (terutama bootsnya ;p).

Hesti Suarti
Groningen, 4 Januari 2010

VN:R_N [1.6.5_908]
Rating: 9.0/10 (101 votes cast)

11 Comments on “Salju??? Saljuuuu!!!!”

  1. #1 M. Jayadi D
    on Jan 5th, 2010 at 2:57 pm

    Wah kebayang tuh betapa dinginnya, apalagi aku yang paling nggak suka udara dingin, wiiiih betapa menggigilkan ya…… tapi ngomong-ngomong saljunya kalau dikasi gula ama santan mungkin enak kayak es kelapa di Indonesia ya, he…he….

  2. #2 Majdi
    on Jan 5th, 2010 at 3:28 pm

    kak… ntar kalau pulang…
    bawakan saya salju ya…
    kalau ada sekalian dengan “putri saljunya”
    he…. :-)
    salam hangat dari Malang…

  3. #3 iindah
    on Jan 6th, 2010 at 8:53 am

    keren..!!
    pngalaman yg aku (rasa) bnyak orang yang juga mendambakan melihat apalagi merasakan ssuatu yg kka blg “ketombe” itu.
    hhhe…
    ka..
    aku add fb km.
    di app yah.
    :)

  4. #4 yakub
    on Jan 7th, 2010 at 2:17 pm

    ea,, jgn lupa oleh2ny,,,,
    special edition,, asli dr belanda,,
    Kompeni 1 batalion,,

  5. #5 damai
    on Jan 8th, 2010 at 9:29 am

    tidak norak, terkadang kita memang kehilangan kendali kalau sudah menemukan apa yang telah lama kita cari, bukankah begitu?
    Setidaknya ini bisa menjadi oleh-oleh yang kan abadi dalam memori anda.
    Salam kenal,,

  6. #6 Puspadewi Putri
    on Jan 8th, 2010 at 1:44 pm

    Enak kali ya dapat menyaksikan indahnya hamparan putih yang dingin sambil menelan liur, bukan karena kepengen minum tetapi tak berani buka mulut karena dinginnya he…he….heeee

  7. #7 Sani Apriliani
    on Jan 12th, 2010 at 5:46 am

    wah pasti seneng banget, jadi pengen ngerasain turun salju……..

    emh….. jdi pengen…….

  8. #8 hermin
    on Jan 13th, 2010 at 4:57 pm

    huaa..enaknya bisa seharian ketemu salju..dan dapet kisah suka dan duka..menghadapi salju.
    hohoho..mumpung di Negeri orang, norak dikit and narsis itu wajib..asal masih dalam tingkat kewajaran seorang manusia yang ada di bumi planet kita tercinta ini..hehehe.
    by the way, salju tuh kasar atau halus sih kalau dipegang? selalu ngebayangin es krim salju..hahaha pasti ga enak..! maklum bayangan anak kampung yang pengen banget ke luar negeri walau cuma 1 hari, 1 kesempatan aja..

  9. #9 Puspadewi Putri
    on Jan 15th, 2010 at 7:32 am

    Enak kali ya dapat menyaksikan indahnya hamparan putih yang dingin sambil menelan liur, bukan karena kepengen minum tetapi tak berani buka mulut karena dinginnya he…he….heeee

  10. #10 kalistaneoma
    on Jan 19th, 2010 at 4:23 am

    kapan ya di Indonesia bisa hujan salju..?;), semoga sehat selalu di negri rantau kawan..!

  11. #11 Kesan Pertama Tentang Belanda?
    on Oct 15th, 2010 at 12:15 pm

    [...] Kompetisi cerita Blog Pengalamanku sudah dimulai dari tanggal 1 Oktober yang lalu. Temanya kali ini tentang kesan pertama kamu tentang Belanda. Apa sama seperti bayangan? Lebih baik, atau justru lebih buruk? Lebih lengkapnya, coba cek di sini. Kalau mau lihat contoh cerita tahun lalu, cek ini. [...]

Leave a Comment