Pengalamanku Rotating Header Image

Pengalaman Berharga dari Rijksuniversiteit Groningen

suasana kelas RUG

suasana kelas RUG

Menimba ilmu di program magister Educational Sciences RUG memberikan beberapa pengalaman berharga untukku selama dua bulan ini. Bukan hanya pada sistem pembelajarannya tapi juga peranan akademisinya bagi para mahasiswa.

Sistem Belajar di Kelas
Apabila selama belajar di kampusku dulu sistem belajarnya lebih terpusat pada pengajar maka di RUG aku mengalami yang namanya belajar mandiri. Mahasiswa dituntut untuk memperkaya pengetahuan dengan presentasi, diskusi kelompok maupun diskusi di kelas. Mahasiswa saling berargumentasi dan sumbang saran bila konsep yang dipresentasikan belum mengena. Dosen berperan me”lurus”kan konsep-konsep yang kurang tepat sekaligus menjabarkan konsep yang tidak difahami kelas.  Uniknya lagi, di sini ada jeda singkat per satu jam belajar di kelas. Keunikan yang tidak pernah kualami di kampusku dulu. 

Ujian dan Tugas Akhir
Berakhirnya mata kuliah berarti ujian atau tugas akhir.  Menghadapi ujian jangan harap Sistem Kebut Semalam bisa membantu! Yang ada malah GATOT alias gagal total. Itu kualami sendiri!! Karena homesick berat dan kesulitan beradaptasi dengan perubahan cuaca sekaligus pola belajar mandiri ala Belanda, aku sempat keteteran dalam kuliah.  Akibatnya persiapan menghadapi ujian pun sangat minimal. Meskipun sudah maksimal belajar semalam tetap saja aku gagal mencapai nilai minimal kelulusan di satu mata kuliah. Tapi untunglah ada sistem re-exam, aku masih bisa memperbaiki kegagalan ini dengan ujian ulang awal tahun depan. Malu sebenarnya mau ceritain hal ini, tapi tak bisa dipungkiri ini salah satu pengalaman berharga sekaligus sebuah pelajaran penting buatku: Don’t wait till tomorrow what you can do today.

Satu hal yang unik terkait ujian dan nilai akhir; dosen akan melayani keluhan mahasiswa yang tidak puas dengan nilai yang diterima dengan mendiskusikan poin-poin jawaban ujian maupun tugas yang membuat si mahasiswa tidak layak mendapat nilai yang lebih tinggi. Hmm… satu inspirasi yang bisa kuterapkan bila kembali mengajar di Jambi.

Tugas akhir bisa berupa makalah alias paper yang mengkaji suatu pokok bahasan dengan mengeksplorasi artikel-artikel jurnal internasional dan buku atau menganalisa beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi kuliah. Oya, hati-hati serta teliti dalam mengutip teori atau pendapat para ahli, bisa-bisa dianggap MENJIPLAK, suatu hal yang dikategorikan melanggar hukum hak karya intelektual di sini.

Peran Pembimbing Akademik
Di RUG kudapati bahwa Pembimbing Akademik, yang di sini disebut studieadviseur sangat memperhatikan kemajuan kuliah mahasiswa. Pembimbing Akademik akan mengkontak dan menyediakan waktu bagi mahasiswa yang tidak berhasil mencapai standar kelulusan untuk diberikan tips-tips sekaligus saran bagaimana menjalani perkuliahan dengan optimal. Mahasiswa pun bisa mempertanyakan berbagai hal yang terkait dengan perkuliahan maupun administrasi yang kurang difahami pada Pembimbing Akademik. Bahkan bila mau, curhat pun bisa pada Pembimbing Akademik. Satu contoh yang sangat bagus untuk kuterapkan di tempat kerjaku nanti.

Tutorgroup
Karena programku hanya satu tahun maka selain menjalani beberapa mata kuliah, sejak awal aku dan teman-teman dipersiapkan untuk fokus pada pre-thesis melalui tutorgroup. Di sini kami didampingi oleh satu dosen dan diasistensi dengan mahasiswa S3 yang akan mengarahkan kami pada pemahaman berbagai “pernak-pernik” thesis dan bagaimana mengkerucutkan ide-ide yang kita ajukan agar layak diaplikasikan dalam bentuk penelitian. Meskipun hingga saat ini aku masih belum mendapatkan ide yang pas untuk diteliti tapi tutorgroup membantu mengarahkanku pada beragam ide-ide potensial untuk diteliti.

Ach.. meskipun aku baru dua bulan menimba ilmu di Groningen, tapi beragam pengalaman berharga telah kudapati. Dan masih ada kemungkinan beragam pengalaman berharga lainnya 10 bulan di muka.

Cerita Susanah Agus

VN:R_N [1.6.5_908]
Rating: 7.0/10 (15 votes cast)

5 Comments on “Pengalaman Berharga dari Rijksuniversiteit Groningen”

  1. #1 Majdi
    on Nov 13th, 2009 at 8:51 am

    wah… berarti lebih Mulya dosen2 sana ya…
    mereka benar-benar menjadi pembimbing bagi para mahasiswanya…
    Semangat ya kak…. doakan saya juga…

  2. #2 Uwak Delfzijl
    on Nov 13th, 2009 at 11:56 am

    Dear Jeng Susan,
    Study in Nederland (Europa) beban & tanggung jawabnya sangat berat dan besar sekali, sebab bukanlah kwantiteit yang dipamerkan melainkan KWANTITEIT & KARAKTER yang di-prestatiekan & dipersembahkan ke masyarakat pada umumnya (Professoren, Supervisor’s, dll). Jadi Studenten kalau 1x tidak lulus didalam menjalankan examensnya, bukanlah itu kegagalan dan kebodohan otak kita (janganlah malu, wong enggak mencuri). Studenten diberikan kesempatan oleh UNIVERSITAS, untuk mondig/berani mengeluarkan ide-idenya, walaupun itu toch tidak masuk akal BERDEBAT, untuk Agama, Adat dan Cultuur Ketimuran. Sekali lagi pesan Uwak, janganlah berputus asa. dan kalau untuk mengatasi rasa kerinduan, janganlah mendengarkan dan memutar lagu-lagu/film Indonesia. Bukannya kita tidak sayang dan cinta terhadap tanah air Indonesia, hoor?!. Lebih baik bersepeda’an memakai baju dan kaos-kaki&tangan yang Tebal.

    Pengalaman Uwak, Uwak setelah 3 tahun bertempat tinggal di Delfzijl, baru Uwak merasa menyasuaikan diri, istilahnya krasanlah. serta sekarang Uwak sudah berakar 30-th in Havenstad-Delfzijl.

    Salam hangat dan succes dengan studienya,
    Uwak-Delfzijl

  3. #3 vivan
    on Dec 17th, 2009 at 3:56 pm

    saya memang blm prnh ke groningen, tp adik saya baru saja pulang kuliah dari RUG akhir agustus kemarin, membaca pengalaman ini ktnya membuat dia rindu sekali pada groningen,… memang, groningen bnyk memberikan kenangan indah dan pengalaman berharga baginya….! tetap smangat y..buat yang lagi studi disana..!

  4. #4 ishak
    on Dec 21st, 2009 at 1:43 pm

    menarik sekali ceritanya suz..jadi pingin ke belanda juga…sy tertarik juga studi S2 di belanda tpi belum tau jalannya..boleh dong sy di kasih tips dn klo boleh contoh essay atau motivation letternya agar bisa meraih beasiswa ke belanda..thank’s before and good luck..

  5. #5 Nita Septiani
    on Jan 5th, 2010 at 6:48 am

    kk aku mo tanya dong, katanya kuliah di belandanya dari iseng2 apply dari internet ya? situsnya apa?
    aku juga pengen :(

    reply ya kak, pingin tau coz aku dari kemaren2 lg apply2 gtu, ok k?
    bls ke email aku aja, nice to know you :) ttyl!

    btw cita2 aku juga waktu kecil kuliah di belanda, skrg aku kls 2 di smk telkom jurusan multimedia, lagi pkl nih kak. mudah2an kk liat comment aku.

    PS: nittalmost@gmail.com

Leave a Comment