Pengalamanku Rotating Header Image

“OPEN MONUMENTENDAG” (HARI GRATIS MASUK MUSEUM )

Pernahkah kalian menyempatkan diri berkunjung ke museum-museum di Indonesia? Aku kira banyak yang mengatakan pernah tapi banyak juga yang bilang tidak pernah. Aku sendiri pernah mengunjungi museum, tapi itupun karena ada tugas sekolah.

Seminggu setelah kedatanganku ke Groningen, aku melihat poster di dekat halte bis yang berbunyi “Open Monumentendag, Zaterdag 12 September 2009″. Hm, apa maksudnya? Harap maklum, aku tidak mengerti bahasa Belanda.

Melalui milis komunitas muslim Groningen dan PPI Groningen, aku mendapatkan informasi kalau berbagai museum maupun gereja dan gedung kota terbuka untuk umum tanpa bayar pada tanggal 12 September 2009. Open Monumentendag ini hanya terjadi sekali dalam setahun. Terbetik rasa penarasan di hatiku, mengapa Pemerintah Groningen maupun Pemerintah Belanda mengadakan program ini? Apa yang menarik dari museum-museum di Groningen? Aku harus memanfaatkan momentum ini untuk mencari tahu bagaimana orang-orang Groningen memberdayakan museum.

Bersama beberapa teman, aku memulai perjalanan dengan mengunjungi gedung kota yang disebut Stadhuis (semacam gedung DPRD). Di sana kami mendapatkan brosur tentang berbagai museum maupun gereja yang bisa dikunjungi. Kesan pertama yang kudapati saat memasuki ruang rapat dewan kota adalah kesederhanaan. Furnitur maupun perangkat yang mengisi ruang tersebut berkonsep minimalis tapi anggun.

Kemudian kami mengunjungi beberapa gereja. Kesan yang tertangkap dari kunjungan tersebut adalah orang Belanda sangat menjunjung kesederhanaan tanpa kehilangan kesan mempesona. Sewaktu memasuki gereja Sint Jozefkathedraal dan Martinitoren, kami sangat terkesima dengan ornamen-ornamen yang menghiasi gereja itu, begitu cantiknya. Yang paling membuat kami terkagum-kagum adalah desain arsitektur bangunan yang meskipun tidak luas tapi memberikan kesan lapang. Bahkan beberapa gereja lain yang kami kunjungi terlihat seperti bangunan biasa di luarnya tapi ternyata di dekorasi di dalamnya begitu indah.

Setelah puas melihat gereja kami melanjutkan kunjungan ke beberapa museum. Kesan yang paling tertangkap dalam kunjungan itu adalah orang Belanda sangat menghargai benda-benda masa lalu meskipun sebenarnya tidak semua benda itu istimewa. Saat mengunjungi Noordelijk Scheepvaartmuseum (museum maritim), kami melihat berbagai perlengkapan dan mesin-mesin kapal laut tempo dulu tertata rapi dan sangat terawat.

Saat mengunjungi Stichting Monument en Materiaal (museum bahan-bahan bangunan), kami merasa heran sekaligus kagum. Bagaimana tidak heran dan kagum, di sana kami dijelaskan tentang berbagai jenis bahan material bangunan tempo lama yang terawat dan juga diteliti secara seksama bahan dasar maupun lapisan-lapisan warna cat yang dipakai pada bahan tersebut. Di sana mereka juga menjual bahan-bahan tersebut bila ada penduduk Belanda yang mau mengganti papan pintu dengan model tempo dulu. Di sana juga terpajang berbagai pecahan tembikar dan keramik masa lalu yang ditemukan di dasar kanal-kanal sepanjang Groningen.

Di satu museum yang aku lupa namanya, kami melihat berbagai perlengkapan makan para pendatang di tempo dulu maupun berbagai peralatan lainnya. Sungguh terasa sekali betapa orang Belanda selalu menghargai peninggalan leluhurnya.

Masih banyak tempat-tempat lainnya yang terbuka untuk umum. Namun sayangnya waktu yang tersisa tidak mencukupi untuk mengunjungi semuanya. Satu pelajaran yang kudapat dari berbagai kunjungan itu adalah segala sesuatu itu bernilai dan selayaknya dirawat agar bisa dinikmati oleh generasi masa depan. Terlebih lagi, keindahan akan terpancar meskipun dalam kesederhanaan.

Ach, semoga saja bangsaku bisa lebih menghargai dan melakukan hal yang lebih baik bagi berbagai peninggalan bersejarah dari generasi sebelum kami seperti yang telah dilakukan orang-orang Belanda di Groningen ini. Amien.

Cerita Susanah Agus

VN:R_N [1.6.5_908]
Rating: 7.0/10 (11 votes cast)

0 Comments on ““OPEN MONUMENTENDAG” (HARI GRATIS MASUK MUSEUM )”

Leave a Comment